You are currently viewing Siswa Tetra Raih Juara Tarung Derajat

Siswa Tetra Raih Juara Tarung Derajat

Prestasi Gemilang Siswa SMA Negeri 4 Pontianak di Kejuaraan Tarung Derajat Kalimantan Barat

Pontianak (25/05/2024) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 4 Pontianak. Rafi Nurfikri, siswa kelas XI MIPA 1, berhasil meraih medali perunggu, dan Mayla Ashila Riberu, siswa kelas X-K, mendapatkan medali perak pada kejuaraan Tarung Derajat antar Pelajar dan Umum Kalimantan Barat. Kejuaraan ini berlangsung di GOR Katamso pada tanggal 23-25 Mei 2024.

Dalam wawancara, Rafi Nurfikri mengungkapkan persiapannya sebelum kompetisi. “Persiapannya dilakukan mulai dari menurunkan berat badan sesuai target dan memperkuat fisik melalui latihan rutin setiap hari serta menambah jam latihan,” ujar Rafi.

Motivasi utama Rafi dalam mengikuti kejuaraan ini adalah untuk menguji kemampuan diri dan melihat sejauh mana perkembangan dirinya dalam bela diri. “Selain itu, saya juga ingin membuat keluarga, teman-teman bangga serta mengharumkan nama sekolah,” tambahnya.

Rafi juga menekankan beberapa faktor pendukung yang sangat berpengaruh terhadap pencapaiannya. “Pertama adalah dukungan dari pelatih yang selalu memberikan arahan dan motivasi. Kedua, dukungan dari keluarga dan teman-teman yang selalu memberikan semangat dan kepercayaan. Ketiga, konsistensi dalam latihan dan menjaga kesehatan tubuh sangat membantu saya untuk tampil optimal di pertandingan,” jelasnya.

Untuk teman-teman yang masih belajar atau sedang aktif di dunia bela diri, Rafi memberikan pesan inspiratif. “Jangan pernah menyerah dan teruslah berlatih dengan tekun. Setiap latihan adalah langkah menuju kesuksesan. Ingat, tidak ada hasil yang instan, semua butuh proses dan kerja keras. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil,” pungkas Rafi.

Selain itu, Mayla Ashila Riberu juga meraih juara 2 dalam kejuaraan tarung derajat antar pelajar dan umum se-Kalimantan Barat. Ia mengatakan bahwa ini merupakan pertandingan pertamanya. “Karena ini pertandingan pertama saya, awalnya melihat lawan saya lebih tinggi daripada saya, jadi saya merasa deg-degan, tetapi perasaan saya senang dan terharu bisa membawa nama Satlat SMAN 4 Pontianak,” ucapnya.